Reviews

Events

Recipes

Articles

Anniversary ke-4 Food Blogger Indonesia: Serunya Trekking ke Curug Cibadak dan Kulineran di Lenirra Villa & Resto

Anniversary ke 4 Food Blogger Indonesia
 

Suasana Sabtu pagi, 10 Oktober 2026, terasa berbeda. Saat matahari mulai menyinari kawasan Bogor, kami bersiap memulai petualangan trekking menuju Curug Cibadak di Cijeruk, Bogor. Persiapan telah dilakukan sejak jauh hari, mengingat perjalanan kali ini membutuhkan stamina dan kondisi fisik yang prima.

Bagi Komunitas Food Blogger Indonesia, kegiatan ini menjadi momen istimewa untuk merayakan anniversary ke-4. Tak sekadar berkumpul dan bersilaturahmi, perayaan kali ini juga diisi dengan pengalaman wisata alam yang seru, mulai dari menyusuri jalur trekking dan menikmati suasana hutan pinus hingga mengagumi keindahan air terjun. Semangat kebersamaan inilah yang terangkum dalam tema anniversary kali ini: Jelajah Alam, Nikmati Rasa, Rajut Cerita.

Setelah menikmati petualangan alam, kami melanjutkan kebersamaan di Lenirra Villa & Resto. Tempat ini menjadi pilihan untuk berkumpul dan menikmati makan siang bersama setelah trekking menuju Curug Cibadak. Perpaduan petualangan alam, kehangatan komunitas, dan wisata kuliner pun menjadi bagian dari pengalaman anniversary yang berkesan. 

 
Lenirra Villa & Resto, Tempat Menginap dan Beraktivitas di Kaki Gunung Salak

Lenirra Villa & Resto merupakan destinasi yang menawarkan pengalaman menginap dengan konsep glamping, ditemani pemandangan alam Gunung Salak di Bogor. Selain menyediakan akomodasi, tempat ini juga memiliki restoran yang menyajikan beragam hidangan bercita rasa Indonesia dan Western cuisine.

Berlokasi di Jalan Raya Cijeruk, Jalan Kawung Luwuk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Lenirra Villa & Resto menawarkan suasana alam yang cocok untuk bersantai sekaligus melakukan berbagai aktivitas luar ruang bersama keluarga maupun rombongan.

Fasilitas aktivitas luar ruang yang tersedia cukup beragam, mulai dari permainan papan (board games), area bermain anak, hingga pertunjukan musik langsung (live music) setiap hari Sabtu. Pengunjung yang menyukai kegiatan petualangan juga dapat mencoba trekking menuju Curug Cibadak dengan menyusuri jalur alam di kawasan sekitarnya.

 

Selain trekking, Lenirra Villa & Resto menawarkan sejumlah pilihan kegiatan kelompok dengan kisaran harga sebagai berikut:

  • Trekking: mulai dari Rp150.000 per orang, minimal 6 peserta.

  • Paintball: mulai dari Rp175.000 per orang, minimal 10 peserta.

  • Rafting: mulai dari Rp275.000 per orang, minimal 6 peserta.

  • Team building: mulai dari Rp250.000 per orang, minimal 30 peserta.

  • Off-road: mulai dari Rp450.000 per orang, minimal 14 peserta.

Dengan pilihan aktivitas tersebut, Lenirra Villa & Resto dapat menjadi alternatif bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana alam Bogor melalui kegiatan rekreasi, petualangan, maupun kebersamaan bersama keluarga dan komunitas.

Pada perayaan anniversary ke-4 kali ini, Komunitas Food Blogger Indonesia memilih kegiatan trekking menuju Curug Cibadak, kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama di restoran Lenirra. Kombinasi wisata alam dan kuliner ini menjadi kesempatan bagi para anggota untuk menikmati pengalaman baru sekaligus mempererat kebersamaan.

Lenirra Villa & Resto
 

Curug Cibadak, Pesona Air Terjun di Kaki Gunung Salak

Curug Cibadak merupakan destinasi wisata alam berupa air terjun yang berada di kawasan kaki Gunung Salak, Bogor, dan termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Dikelilingi pepohonan dan suasana hutan yang asri, curug ini menawarkan pengalaman menjelajahi alam yang berbeda dari aktivitas wisata pada umumnya.

Untuk mencapai Curug Cibadak, pengunjung perlu melakukan trekking sekitar satu jam dari area Suaka Elang Loji atau kawasan hutan pinus, bergantung pada titik awal dan kondisi perjalanan. Curug ini berada pada ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga suasana di sekitarnya terasa sejuk dan menyegarkan. 

Meski menawarkan pemandangan yang menarik, perjalanan menuju Curug Cibadak membutuhkan kesiapan fisik dan kewaspadaan. Jalur trekking memiliki sejumlah tanjakan, permukaan berbatu, serta beberapa bagian yang berada di dekat tebing. Ketika musim hujan, jalur juga dapat menjadi licin sehingga peserta perlu lebih berhati-hati saat melangkah.

Dalam rangka merayakan anniversary ke-4, Komunitas Food Blogger Indonesia mengajak para anggotanya untuk mengikuti perjalanan ini. Kali ini, peserta yang berpartisipasi terdiri dari Katerina, Yesi, Isti, Bowo, Fajar, Manda, Mei, Lala, Temmy, Rahma, dan Bayu Fitri.

Pemanasan 

Rombongan didampingi oleh seorang pemandu wisata bernama Mas Kidal yang memandu perjalanan menuju Curug Cibadak. Dari titik berkumpul di Lenirra Villa & Resto, peserta terlebih dahulu diantar menggunakan mobil menuju lokasi awal trekking.

Sebelum memulai perjalanan, peserta melakukan pemanasan yang dipandu oleh Kak Bowo. Aktivitas ini dilakukan untuk membantu mempersiapkan otot dan persendian sebelum melewati jalur yang cukup menantang.

Setelah semua peserta siap, petualangan menuju Curug Cibadak pun dimulai. Perjalanan ini bukan hanya tentang mencapai air terjun, tetapi juga menikmati suasana alam, mengabadikan momen, dan mempererat kebersamaan di antara anggota komunitas.


Mulai Trekking Menyusuri Alam Suaka Elang Loji

Tepat pukul 08.44 WIB, perjalanan trekking menuju Curug Cibadak resmi dimulai. Pada tahap awal, jalur yang dilalui masih relatif landai sehingga para peserta dapat berjalan dengan santai sambil menikmati suasana alam. Semangat 45 pun masih terasa ketika rombongan mulai menyusuri jalan setapak di tengah hijaunya pepohonan.

Tidak berselang lama, tepat pukul 08.52 WIB, rombongan tiba di Jembatan 1 Pos Suaka. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Jembatan Gantung Suaka Elang yang dicapai sekitar pukul 09.11 WIB. Di lokasi ini, para peserta menemukan salah satu spot favorit untuk mengabadikan perjalanan.

Pemandangan jembatan yang dikelilingi pepohonan hijau menjadi latar menarik untuk mengambil foto maupun video. Beberapa peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk merekam footage yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan cerita perjalanan di blog dan konten media sosial.

Setelah puas menikmati suasana di sekitar jembatan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Hutan Pinus Suaka Elang. Sekitar pukul 09.44 WIB, peserta tiba di kawasan hutan pinus setelah menempuh perjalanan kurang lebih 33 menit dari jembatan gantung.


Suasana hutan pinus terasa asri, teduh, dan rindang. Pepohonan pinus yang menjulang menciptakan pemandangan yang menarik sekaligus memberikan suasana lebih sejuk selama perjalanan. Tidak heran jika banyak peserta memanfaatkan area ini untuk mengambil foto dan video dari berbagai sudut yang menarik.

Bagi para food blogger yang terbiasa bercerita melalui tulisan dan visual, perjalanan seperti ini memberikan banyak bahan untuk membuat konten. Mulai dari kondisi jalur, suasana hutan, hingga berbagai titik menarik sepanjang perjalanan, semuanya bisa menjadi bagian dari cerita wisata yang informatif bagi pembaca.

Setelah menikmati kawasan hutan pinus, rombongan kembali melanjutkan perjalanan bersama pemandu menuju Pos 1 sebelum memasuki jalur yang mengarah ke Curug Cibadak.

Berbeda dengan jalur awal yang relatif landai, perjalanan berikutnya mulai terasa lebih menantang. Jalur menuju curug cenderung menanjak dan berundak, dengan permukaan berbatu serta beberapa bagian jalan yang berada di dekat jurang. Kondisi ini mengharuskan peserta menjaga keseimbangan dan memperhatikan setiap langkah.

Suaka Elang

Untungnya, pihak penyelenggara menyediakan tongkat trekking atau trekking pole bagi setiap peserta sejak awal keberangkatan. Peralatan ini membantu menopang tubuh dan menjaga keseimbangan ketika melewati jalur yang tidak rata. 

Meski demikian, peserta tetap perlu berjalan dengan hati-hati, mengikuti arahan pemandu, dan tidak terburu-buru saat melewati bagian yang menantang.

Perjalanan menuju Curug Cibadak pun menjadi pengalaman yang bukan hanya menyenangkan, tetapi juga menguji stamina dan kekompakan rombongan. 

Setiap langkah membawa peserta semakin dekat dengan tujuan utama, yaitu menikmati keindahan air terjun di tengah alam Bogor.


Tiba di Curug Cibadak, Saatnya Menikmati Kesegaran Alam

Setelah menempuh perjalanan trekking yang cukup menguras tenaga, akhirnya rombongan tiba di Curug Cibadak tepat pukul 10.50 WIB. Rasa lelah selama perjalanan seolah terbayar ketika peserta melihat air terjun yang mengalir deras di antara tebing-tebing tinggi. Suara gemericik air berpadu dengan suasana alam yang masih asri, menciptakan pengalaman yang menyegarkan setelah berjalan menyusuri jalur hutan.

Di bawah air terjun terdapat kolam alami dengan kedalaman yang diperkirakan kurang dari 1,5 meter. Area ini menjadi tempat peserta menikmati suasana sekitar, bermain air, dan mengabadikan momen perjalanan melalui foto maupun video.

Menurut Mas Kidal, pemandu yang mendampingi rombongan, air dari Curug Cibadak terlihat bersih dan segar. Informasi tersebut membuat beberapa peserta penasaran untuk mencoba airnya. Bahkan, ada peserta yang menampung air curug ke dalam botol air mineral yang sudah kosong.

“Wah, segar rasanya,” ujar Mas Fajar setelah mencoba air tersebut.

Meski terlihat jernih, air yang berasal langsung dari alam belum tentu aman untuk diminum tanpa pengolahan atau pengujian kualitas air. Karena itu, pengalaman peserta mencoba air curug ini sebaiknya dipahami sebagai bagian dari cerita perjalanan, bukan sebagai rekomendasi bahwa airnya aman dikonsumsi.

Selain menikmati kesegaran air, para peserta memanfaatkan waktu di Curug Cibadak untuk bermain air dan mengambil berbagai footage foto serta video. Pemandangan air terjun yang dikelilingi pepohonan dan tebing menjadi latar yang menarik untuk mengabadikan perjalanan.

Bagi anggota Food Blogger Indonesia, momen ini juga memberikan banyak bahan cerita untuk dibagikan kepada pembaca. Pengalaman mencapai curug setelah melewati jalur trekking, suasana alam yang menenangkan, hingga kebersamaan selama perjalanan menjadi bagian yang membuat kegiatan ini terasa istimewa.

Setelah menikmati waktu di Curug Cibadak, rombongan bersiap untuk kembali menuju titik awal trekking. Petualangan belum sepenuhnya berakhir karena masih ada perjalanan pulang yang harus ditempuh sebelum seluruh peserta berkumpul kembali untuk makan siang dan merayakan anniversary komunitas di Lenirra Villa & Resto.


Foto Curug

 
Makan Siang dan Perayaan Anniversary ke-4 di Lenirra Villa & Resto

Setelah puas menikmati keindahan Curug Cibadak, rombongan mulai bersiap untuk kembali menuju titik awal trekking pada pukul 12.37 WIB. Cuaca yang mulai mendung dan kondisi beberapa peserta yang sudah merasa lelah serta kedinginan setelah bermain air menjadi pertimbangan untuk segera melanjutkan perjalanan pulang.

Meski perjalanan kembali cukup menguras tenaga, suasana rombongan tetap terasa menyenangkan. Berbagai candaan dan jokes ringan dilontarkan untuk menyemangati satu sama lain agar perjalanan terasa lebih santai. Kebersamaan seperti inilah yang membuat pengalaman trekking tidak hanya tentang menaklukkan jalur alam, tetapi juga tentang membangun kedekatan antarpeserta.

Sekitar pukul 13.30 WIB, seluruh peserta akhirnya tiba di titik awal trekking. Mobil yang telah disiapkan kemudian mengantarkan rombongan kembali ke Lenirra Villa & Resto untuk membersihkan diri, beristirahat sejenak, dan melanjutkan acara utama, yaitu makan siang bersama dalam rangka perayaan anniversary ke-4 Food Blogger Indonesia.

Setelah semua peserta selesai bersiap, rombongan berkumpul di salah satu meja makan restoran Lenirra. Berbagai hidangan telah tersaji untuk mengisi kembali energi setelah perjalanan panjang menyusuri alam.


Menu makan siang kali ini cukup menggugah selera. Di atas meja tersedia dua bakul nasi liwet, dua piring gurame goreng, dua piring ayam goreng, dua piring tahu dan tempe goreng, dua piring lalapan segar, serta dua piring sambal merah tomat dan sambal hijau. Sebagai pelengkap, tersedia pula es teh dan kelapa muda yang menyegarkan.

Kombinasi hidangan khas Indonesia tersebut terasa cocok dinikmati setelah aktivitas fisik di alam terbuka. Nasi liwet yang disantap bersama lauk-pauk, lalapan, dan sambal menghadirkan suasana makan bersama yang akrab. Tidak heran jika momen ini menjadi salah satu bagian yang dinantikan setelah perjalanan trekking.

Sebelum santap siang dimulai, kegiatan diawali dengan pembacaan doa. Dalam suasana penuh kebersamaan, doa dipanjatkan agar Komunitas Food Blogger Indonesia terus berkembang, menjadi wadah berkarya bagi para anggotanya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat melalui tulisan, cerita, dan konten yang dibagikan.

Setelah itu, para peserta menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh tim dapur Lenirra. Kesan positif pun muncul dari teman-teman yang menikmati makan siang. Hidangan dinilai lezat dan memuaskan, sekaligus menjadi penutup yang menyenangkan setelah perjalanan trekking yang cukup menantang.

Santap Siang 


Sambil menyantap hidangan, obrolan hangat kembali mengalir. Para peserta saling berbagi cerita tentang pengalaman selama perjalanan, mulai dari melewati jalur berbatu, menikmati suasana hutan pinus, hingga keseruan bermain air di Curug Cibadak. Berbagai momen yang sebelumnya dialami secara langsung kembali menjadi bahan cerita dan tawa bersama.

Setelah makan siang selesai, rombongan memanfaatkan kesempatan untuk berfoto bersama di halaman Lenirra Villa & Resto. Pemandangan Gunung Salak dan hamparan persawahan menjadi latar yang indah untuk mengabadikan kebersamaan dalam perayaan anniversary kali ini.

Perjalanan trekking dan makan siang bersama ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta. Selain menikmati wisata alam dan kuliner, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan untuk mempererat hubungan antaranggota serta menciptakan kenangan baru dalam perjalanan Komunitas Food Blogger Indonesia.


Empat Tahun Food Blogger Indonesia, Terus Bertumbuh dan Berkarya

Perayaan anniversary ke-4 Food Blogger Indonesia melalui kegiatan trekking ke Curug Cibadak dan makan siang bersama di Lenirra Villa & Resto menjadi pengalaman yang penuh cerita. Mulai dari menyusuri jalur alam, menikmati rindangnya hutan pinus, mengagumi keindahan air terjun, hingga mencicipi hidangan khas Indonesia, setiap kegiatan menghadirkan kesan tersendiri bagi para peserta.

Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun komunitas, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, dan menciptakan kenangan bersama. Bagi para blogger, perjalanan ini juga menghadirkan banyak inspirasi untuk dituangkan menjadi cerita yang dapat memberikan gambaran kepada pembaca tentang pengalaman wisata alam dan kuliner di Bogor.



Terima kasih kepada Lenirra Villa & Resto yang telah mendukung kegiatan anniversary ke-4 Food Blogger Indonesia. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus terjalin dan membuka kesempatan untuk menghadirkan pengalaman wisata yang menarik sekaligus mendukung promosi destinasi dan kuliner lokal.

Empat tahun perjalanan menjadi pengingat bahwa komunitas dapat terus tumbuh melalui kebersamaan, kreativitas, dan semangat untuk berkarya. Semoga Food Blogger Indonesia semakin solid, semakin luas jangkauannya, dan terus menghadirkan cerita-cerita inspiratif bagi para pencinta kuliner dan wisata.

Sampai jumpa di petualangan dan cerita berikutnya. Sampai bertemu kembali!


Lenirra Resto & Villa
Jl. Raya Cijeruk Jl. Kawung Luwuk, Cijeruk, Kec. Cijeruk,
Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16740
Instagram: Lenirra_resto

Taste of Australia 2026, Festival Kuliner Australia yang Hangat dan Berkesan


Pada Sabtu sore, 7 Februari 2026, Komunitas Food Blogger Indonesia berkesempatan menghadiri Taste of Australia, festival kuliner Australia persembahan Kedutaan Besar Australia yang digelar di DoubleTree by Hilton Jakarta Cikini. 

Acara ini menghadirkan pengalaman kuliner yang lengkap, dikemas dalam suasana yang hangat, santai, namun tetap terasa eksklusif.

Sejak awal kedatangan, acara ini sudah terasa berbeda. Bukan hanya karena pilihan venue yang nyaman, tetapi juga karena sambutan yang begitu personal. 

Para tamu disambut langsung oleh Ibu Gita Kamath, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia. 

Dalam sambutannya, beliau sempat berbagi cerita mengenai pengalamannya belajar bahasa Indonesia di Yogyakarta serta kecintaannya pada kuliner lokal seperti gudeg. Percakapan singkat tersebut berhasil mencairkan suasana dan membuat acara terasa lebih dekat.


Melalui Taste of Australia, masyarakat Indonesia diajak untuk merasakan secara langsung keragaman, kualitas, dan ketersediaan produk serta hasil bumi segar Australia. Festival ini sekaligus menjadi perayaan hubungan kuliner yang kaya antara Australia dan Indonesia.

“Australia dan Indonesia memiliki kecintaan mendalam terhadap makanan, dan tradisi kuliner yang saling menginspirasi. Taste of Australia menunjukkan bahwa ketika produk Australia bertemu dengan cita rasa Indonesia, kita menciptakan sesuatu yang mencerminkan yang terbaik dari kedua budaya,” ujar Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath.


Cooking Demo Bersama Callum Hann

Salah satu highlight utama dalam Taste of Australia 2026 adalah sesi cooking demo bersama Callum Hann, Australian MasterChef personality. 

Gaya memasaknya komunikatif, santai, dan penuh cerita, membuat sesi demo terasa hidup dan mudah diikuti.



Dalam kesempatan ini, Callum memasak hidangan khas Australia berupa Australian Rib Eye. 

Daging sapi Australia memang dikenal dengan kualitasnya yang premium. Marbling yang baik, tekstur lembut, serta rasa juicy dan gurih benar-benar terasa. 

Disajikan dengan bumbu yang sederhana, cita rasa alami daging justru semakin menonjol. Bahkan olahan sate dagingnya pun terasa lezat meski tanpa bumbu yang kompleks.

Australian Rib Eye

Mencicipi Hidangan Khas Australia

Setelah sesi cooking demo, para tamu menikmati berbagai jamuan yang telah disiapkan. Mulai dari dessert, salad segar, aneka minuman dingin dan hangat seperti kopi dan teh, hingga pilihan hidangan khas Australia yang menggugah selera.

Mini meat pie menjadi salah satu hidangan yang banyak dicicipi. 

Dari segi rasa, isiannya terasa enak dan padat. Sekilas memang mengingatkan pada saus bolognese, namun dengan porsi daging yang lebih dominan dibandingkan sausnya. Tekstur pastry-nya sudah agak kurang renyah, kemungkinan karena tidak lagi dalam kondisi hangat. Namun, dapat dibayangkan bahwa ketika disajikan hangat, lapisan pastry-nya akan terasa lebih garing.

Mini meat pie
 
Dessert lain yang menarik perhatian adalah pavlova. 

Dari tampilannya saja sudah terlihat cantik dan menggoda, meski perlu kehati-hatian saat mengambilnya karena mudah hancur. Bagian krimnya terbuat dari putih telur yang diolah menjadi meringue dengan rasa manis yang lembut. Di bagian bawah terdapat tekstur yang sedikit menyerupai biskuit, memberikan sensasi kress yang menyenangkan. 

Tambahan potongan stroberi dan berries membuat rasanya tidak berlebihan dan terasa lebih segar.

Pavlova

Selain itu, terdapat pula lamington cake yang mengingatkan pada ongol-ongol khas Indonesia. Kesamaannya terletak pada lapisan parutan kelapa kering di bagian luar, yang memberikan rasa gurih sekaligus tekstur unik. 

Menarik melihat bagaimana dua budaya kuliner yang berbeda bisa memiliki kemiripan dari segi tekstur dan sensasi rasa.


Secara keseluruhan, hidangan yang disajikan terasa terkurasi dengan baik dan mencerminkan kualitas bahan yang digunakan. Tidak ada menu yang terasa mengecewakan.


Bukan Sekadar Makan, Tapi Pengalaman

Taste of Australia 2026 tidak hanya berfokus pada sajian kuliner. Acara ini juga diisi dengan berbagai game-game ringan yang membuat suasana semakin cair dan akrab. Menjelang akhir acara, para tamu menikmati penampilan musik dari Fabiolous. Meski hanya di sesi penutup, suasana tetap terasa menyenangkan, dengan banyak tamu yang ikut bernyanyi dan bergoyang kecil. 


Penutup

Menghadiri Taste of Australia 2026 menjadi pengalaman yang terasa lengkap bagi Komunitas Food Blogger Indonesia. 

Mulai dari sambutan yang hangat, sesi cooking demo bersama chef ternama, mencicipi kuliner khas Australia dengan kualitas premium, hingga menikmati hiburan musik di sore hari. 


Festival ini tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman, cerita, dan pertemuan lintas budaya yang dirangkai dengan apik. 

Taste of Australia berhasil menampilkan wajah kuliner Australia yang ramah, berkelas, dan mudah dinikmati, meninggalkan kesan yang bertahan bahkan setelah acara berakhir.

Teman-teman Food Blogger yang hadir di acara ini antara lain:
Katerina, Myra, Rahma Ahmad, Utie, Ria Andika, Lala, Fenni, Mei, Mbak Nik, dan Dita.





Kampoeng Ramadan Swiss-Belresidences Kalibata, Tempat Berbuka Puasa dengan Rasa dan Cerita

Bulan Ramadan selalu punya cara sendiri untuk menghadirkan rasa hangat di hati. Bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang momen berkumpul, berbagi cerita, serta menikmati hidangan sederhana yang penuh makna bersama orang-orang terdekat. Nuansa inilah yang coba dihadirkan oleh Swiss-Belresidences Kalibata Jakarta melalui program berbuka puasa bertajuk Kampoeng Ramadan.

Pada hari Rabu, 28 Januari 2026, Komunitas Food Blogger Indonesia mendapatkan kesempatan untuk menghadiri undangan preview Kampoeng Ramadan di Swiss-Belresidences Kalibata Jakarta. 

Acara ini berlangsung di Swiss-Cafe lantai 1 dan dimulai sejak pukul 11.30 WIB. Selain dihadiri oleh anggota komunitas, acara juga dihadiri oleh rekan-rekan media serta para KOL dari berbagai latar belakang.


Suasana acara terasa hangat sejak awal. Diawali dengan kata sambutan dari General Manager Swiss-Belresidences Kalibata, Nungrudin Sukmawati, yang menjelaskan konsep serta filosofi di balik Kampoeng Ramadan.

“Ramadan adalah momen untuk kembali pada nilai-nilai kebersamaan dan berbagi. Melalui Kampoeng Ramadan, kami ingin menghadirkan pengalaman berbuka yang tidak hanya memanjakan selera, tetapi juga menghadirkan suasana hangat yang mempererat hubungan antar keluarga dan sesama sambil menikmati berbagai pilihan menu favorit dan kesempatan berbagi dengan sesama selama bulan suci Ramadhan ini,” ujar Nungrudin Sukmawati.

Tidak hanya sekadar presentasi, acara preview ini juga dibuat interaktif melalui sesi kuis dengan hadiah menarik berupa voucher buka puasa hingga voucher kamar. 

Keseruan semakin lengkap ketika para tamu diajak menikmati makan siang bersama sambil mencicipi ragam menu yang nantinya akan dihadirkan selama bulan Ramadan.

 
Mengusung konsep Kampoeng Ramadan, Swiss-Belresidences Kalibata ingin membawa kembali memori berbuka puasa di rumah bersama keluarga, dengan sajian-sajian khas Nusantara yang akrab di lidah. 

Berbagai menu tradisional Indonesia disajikan secara prasmanan, dilengkapi dengan pilihan takjil dan minuman segar yang selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi berbuka puasa.

Menariknya, Kampoeng Ramadan tidak hanya menawarkan pengalaman kuliner, tetapi juga mengusung semangat berbagi. 

Dari setiap pembelian paket berbuka puasa, sebesar IDR 10.000 akan didonasikan sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan penuh berkah.



 
Program Kampoeng Ramadan ini ditawarkan dengan harga IDR 259.000 net per orang, dengan diskon 10 persen khusus pada minggu pertama Ramadan. Harga yang cukup sepadan dengan ragam menu yang ditawarkan, suasana yang nyaman, serta pengalaman berbuka yang berkesan.

Sebagai hotel bintang empat di bawah manajemen Swiss-Belhotel International, Swiss-Belresidences Kalibata Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti ballroom, ruang pertemuan, restoran, kolam renang, serta area rekreasi. Hotel ini juga mengusung konsep green living hotel dengan ruang terbuka hijau yang menjadi bagian dari upaya konservasi alam, sehingga memberikan suasana yang lebih segar dan nyaman bagi para tamu.

 
Bagi masyarakat Jakarta yang ingin menikmati momen berbuka puasa dalam suasana hangat, nyaman, dan penuh kebersamaan, Kampoeng Ramadan di Swiss-Belresidences Kalibata bisa menjadi pilihan menarik untuk dikunjungi bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.

Untuk informasi dan reservasi Kampoeng Ramadan, dapat menghubungi 0821 8000 7628.

Informasi terbaru mengenai Swiss-Belresidences Kalibata juga dapat diikuti melalui Instagram resmi @swissbelresidenceskalibata atau mengunjungi situs web www.swiss-belhotel.com

Semoga Ramadan tahun ini menjadi momen yang lebih bermakna, penuh kebersamaan, dan tentu saja dipenuhi dengan sajian lezat yang menghangatkan hati. 🌙✨


Anggota dan pengurus komunitas FBI yang hadir di acara ini: 
Katerina, Yesi, Bayu Fitri, Ria Andika, Hani, Novita, Istiana, Rahma Ahmad, Amanda, dan Bowo Susilo.

FBI Anniversary Trip: Rayakan Ulang Tahun dengan Trekking Sehat ke Curug Cibingbin

 
Komunitas Food Blogger Indonesia (FBI) genap berusia tiga tahun pada 27 Oktober 2025. Sebagai komunitas yang berisi para penulis kuliner dari berbagai daerah, perayaan ulang tahun kali ini dibuat sedikit berbeda dari biasanya. Jika umumnya kegiatan komunitas identik dengan makan bersama di restoran atau kafe, maka kali ini FBI memilih merayakannya di alam terbuka melalui kegiatan trekking di Sentul, Bogor.

Kegiatan ini diikuti oleh enam anggota yang berhasil meluangkan waktu di akhir pekan, yaitu Amanda, Nurul Sufitri, Ria Andika, Isti Momoporuru, Nik, dan Katerina. Selain itu, Katerina turut mengajak suami dan putranya sehingga total peserta dalam private trip ini berjumlah delapan orang.

Meskipun hanya berjumlah kecil, namun justru suasana kebersamaan terasa semakin dekat dan akrab. Dengan semangat yang sama yaitu berbagi cerita tentang makanan dan dunia blogging, perjalanan singkat ini menjadi perayaan yang sederhana namun penuh makna.

 

Menjelajah Curug Cibingbin dan Empat Curug Lainnya

Tujuan utama kegiatan adalah trekking menuju Curug Cibingbin, salah satu curug yang dikenal karena keindahan aliran airnya yang jatuh dari tebing tinggi dengan bentuk landai. Air tidak turun lurus dan curam, melainkan mengalir menurun secara lembut sehingga menciptakan pemandangan yang menenangkan dan indah.

Tidak hanya itu, rombongan juga menyusuri jalur menuju empat curug lain yang masih berada dalam satu kawasan yakni Curug Pengantin, Curug Tiga Perjaka, Curug Cisalada, dan Curug Ngumpet.

Jalur trekking cukup menantang dengan kontur tanah yang naik turun, batuan licin, dan sungai kecil yang harus diseberangi. Namun setiap langkah terasa ringan karena dipenuhi tawa, percakapan seru, dan semangat kebersamaan. 

Pemandangan hijau, udara pegunungan yang segar, serta suara gemericik air terjun menjadi bonus berharga sepanjang perjalanan.



Food Blogger dan Komitmen Hidup Sehat

Sebagai food blogger, mencicipi aneka kuliner sudah menjadi bagian dari aktivitas rutin. Namun kegiatan mencicipi makanan yang lezat tentu perlu diimbangi dengan gaya hidup seimbang. Melalui anniversary trip ini, FBI ingin menegaskan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, sekaligus mematahkan anggapan bahwa pecinta kuliner hanya fokus pada makan tanpa peduli olahraga.

Trekking dipilih sebagai wujud self care, karena memberikan banyak manfaat seperti:

  • Meningkatkan kebugaran tubuh dan daya tahan fisik
  • Membantu pembakaran kalori
  • Menyegarkan pikiran dan mengurangi stres
  • Menambah energi positif untuk kembali produktif membuat konten

Aktivitas ini menjadi pengingat bahwa menikmati makanan akan terasa lebih lengkap jika tubuh tetap sehat dan bugar.


Ritual Wajib: Makan Bersama Setelah Trekking

Setelah menempuh perjalanan menyusuri curug, sesi penutup yang paling ditunggu pun tiba: makan bersama. 

Menu yang disajikan mungkin sederhana, namun terasa jauh lebih nikmat berkat suasana khas pegunungan. Udara segar, pemandangan cantik, dan kebersamaan membuat makan siang berupa nasi liwet terasa begitu spesial. Kenyang bukan hanya soal perut, tetapi juga hati. 

Momen duduk melingkar, berbagi cerita, dan saling menguatkan menjadi pengalaman berharga yang mengingatkan kembali bahwa komunitas adalah tentang rasa memiliki dan saling mendukung.

Makna Perayaan Tiga Tahun Food Blogger Indonesia

Perayaan ulang tahun FBI tahun ini mengandung pesan penting bahwa perjalanan komunitas tidak selalu diukur dari kemegahan, tetapi dari kehangatan dan nilai kebersamaan yang dibangun. Dari langkah pertama trekking hingga suapan terakhir nasi liwet, semuanya menjadi simbol bahwa hal paling indah dalam sebuah komunitas adalah berjalan bersama dalam tujuan yang sama.

Harapannya, memasuki usia ketiga, Food Blogger Indonesia terus tumbuh menjadi komunitas yang solid, kreatif, inspiratif, dan mampu memberikan dampak positif bagi dunia kuliner dan perjalanan. Semoga semakin banyak kegiatan yang memperkuat hubungan antar anggota, membangun kolaborasi, dan menghidupkan semangat berbagi.

Karena pada akhirnya, bersama lebih menyenangkan. Makan bareng, sehat bareng, lalu bahagia bareng.

 

Selamat ulang tahun ke-3 Food Blogger Indonesia

Semoga terus menjadi ruang bertumbuh bagi para pecinta kuliner dan penulis yang ingin berbagi cerita dan kebaikan. 

Foto-foto di curug:






Dokumentasi Komunitas Food Blogger Indonesia.